Headline News

header-int

KPRI Lengayang terus melakukan pembinaan,hingga saat ini telah memiliki Aset Hingga Rp 17,6 M

Kamis, 25 Jul 2019, 10:51:21 WIB - 47 | Eka Pebrina

Painan, Selasa (16/7) Koperasi adalah sebagai salah salah satu lembaga keuangan masyarakat, golongan ataupun kelompok tertentu, yang dapat memberikan keuntungan bagi daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.  

Dikatakan begitu karena lembaga keuangan tersebut qbertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi  kelompok ataupun anggotanya, dan termasuk memiliki kemudahan dalam mendapatkan modal usaha.

Di Kabupaten Pessel,jumlah koperasi yang aktif sebanyak 300 kooerasi.Terdiri dari Koperasi fungsional, Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Unit Desa/Nagari (KUD), Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Wanita (Kopwan), Koperasi Majelis dan lainnya.  

Karena jumlah yang cukup banyak itu, sehingga sangat diyakini bila kondisinya sehat akan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya anggota. Sebab jumlah anggota yang bergabung pada koperasi yang ada di Kabupaten Pessel mencapai 25.000 orang lebih.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Prindustrian Pessel, Azral, melalui Kabid Koperasi dan UMKM Surmiani, mangatakan Selasa (16/7) bahwa di daerah itu hanya 68 persen saja koperasi yang sehat dan berkembang.

Kondisi itu ditimbulkan oleh berbagai permasalahan. Baik permasalahan di dalam tubuh koperasi, permasalahan modal, maupun akibat ketidak aktifan kepengurusan itu sendiri.

Ditambahakanya bahwa khusus Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (KPRI), sebagian besar di Pessel bisa dikatakan mengalami kemajuan. Sebab pada koperasi itu, anggota yang berhimpun berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama sekali kalangan guru.

"Salah satu contoh koperasi yang juga dinilai sangat maju di Pessel saat ini adalah KPRI Lengayang. Sebab Koperasi yang berdiri sejak tahun 1974 dengan jumlah anggota sebanyak 501 orang ini, telah memiliki aset sebesar Rp 17,6 miliar lebih. Bahkan koperasi ini bukan saja melakukan usaha dalam bentuk simpan pinjam bagi anggota, tapi juga penginapan dan lainya," ungkapnya.  

Hal itu dibenarkan sekretaris I KPRI Lengayang, Elza Chaniago, ketika dihubungi Selasa (16/7).  

Dikatakanya bahwa KPRI Lengayang sekarang telah mampu mengembangkan usahanya, sebab memang telah memiliki beberapa bidang usaha dan permodalan.

Diantaranya kredit simpan pinjam, usaha warung serba ada (Waserda) dan Usaha Penginapan, gedung pertemuan, tabungan pendidikan, Sinjakop anggota, Tabungan qurban dan tabungan hari raya.

Koperasi yang berdiri sejak tahun 1974 itu, diakuinya telah mampu mengembangkan berbagai usaha, semua itu memang  berkat dukungan dari segenap anggota, mitra usaha, pengurus, pengelola dan pengawas. Termasuk juga para  karyawan KPRI Lengayang dalam melahirkan berbagai inovasi produk dan layanan jasa yang dilakukan .

"Posisi koperasi ini dari tahun ke tahun semakin berkembang. Ini tercapai bukan saja karena sistem pengelolaanya yang baik, tapi juga karena mendapat kepercayaan dari anggota. Sebab hingga saat ini, jumlah anggota yang bergabung sudah mencapai 501 orang," jelasnya.

Berkat kemajuan dan perkembangan itu, sehingga koperasi yang sudah memiliki aset lebih dari Rp 17,6 miliar itu, dijadikan sebagai tempat studi banding oleh beberapa koperasi dari luar daerah.

"Studi banding yang dilakukan oleh beberapa koperasi dari luar daerah itu, termasuk juga KPRI Muaro Paneh Kabupaten Solok, menambah motivasi bagi semua anggota KPRI Lengayang agar lebih maju lagi di masa datang,"

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Dinas Koperindag Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah Informasi guna Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan Peduli Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan
© 2019 Sekretariat Daerah. Follow Me : Facebook Youtube